Cerita Bos Dulux Soal Uniknya Selera Pasar Indonesia
Senin, 17 Maret 2014 - 12:23 wib
Meutia Febrina Anugrah - Okezone
JAKARTA - Indonesia merupakan salah satu pasar paling potensial untuk industri cat. Jumlah penduduknya yang besar, ditambah majunya pembangunan adalah segelintir alasan mengapa industri ini terus tumbuh di Indonesia.
Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia Jun de Dios bercerita mengenai uniknya selera pasar masyarakat Indonesia. Menurutnya, sepanjang 2013 orang Indonesia gemar menggunakan warna putih, putih gading, dan krim untuk mendekor dinding rumahnya.
"Pasar Indonesia itu unik. Sepanjang 2013 warna terbanyak yang dipilih masyarakat Indonesia adalah warna putih. Kita bisa lihat sekarang di mana-mana rumah selalu di cat warna putih. Seperti pada rumah minimalis. Karena warna putih itu simpel," ucapnya kepada Okezone baru-baru ini.
Selain warna putih, lanjut Jun, pasar Indonesia juga cenderung menyukai warna gelap dan earth colour seperti coklat, hijau, abu-abu dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, menurut Jun, warna lembut seperti warna pastel juga kian digemari oleh pasar Indonesia di 2014 ini.
Saat ini, lanjut Jun, secara keseluruhan Dulux memiliki empat ribu lebih jenis warna di katalognya. Jun sendiri mengaku cenderung menyukai warna biru pada ruang kerjanya. Selain itu, dia juga menyukai warna putih dan warna hijau.
Sebagai bentuk pelayanan dan dedikasi Dulux terhadap pelanggannya, Jun melalui Dulux juga memberi fasilitas bagi pelanggannya untuk membuat warna cat sendiri.
"Pelanggan bisa memilih sendiri warna yang diinginkan, setelah itu di mix di dalam sebuah mesin pembuat cat. Uniknya, pelanggan dapat menunggu catnya diproses langsung tanpa waktu lama. Saat ini fasilitas tersebut sudah bisa dinikmati di supermarket bangunan seperti Mitra 10 dan Depo," jelas Jun.
Selain itu, Jun juga bercerita bagaimana perbedaan cara pengecatan rumah orang Indonesia dengan di luar negeri, seperti London.
“Di London, biaya pengecatan itu sangat mahal. Makanya kebanyakan orang London mengecat rumahnya sendiri. Beda dengan di Indonesia yang bisa menggunakan jasa tukang untuk mengecat rumah,” tutup Jun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar